Cara Tepat Merawat Anak Yang Terkena Virus Corona

Beristirahat dan minumlah air putih yang cukup agar Anda merasa bugar pada hari vaksinasi. “Harapan kami dengan adanya bantuan dan santunan serta beasiswa yang kami serahkan kepada Walikota Surabaya untuk warga Kota Surabaya ini dapat membantu ketahanan mereka dalam menghadapi pandemi Covid. Dan, semoga wabah Covid segera hilang secepatnya dari wilayah Kota Surabaya. Sehingga kota ini bisa menjadi zona yang lebih aman untuk bekerja,” harap Indra.

Anak-anak dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya, seperti obesitas, asma, penyakit jantung bawaan, atau kondisi genetik, mungkin lebih berisiko mengalami Covid-19 dengan gejala yang serius. Bayi yang berusia di bawah satu tahun pun lebih berisiko terkena Covid-19 dengan gejala serius karena sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk sempurna. Tentu kita semua tidak ingin mengalami hal tersebut terjadi pada keluarga kita yang mungkin memiliki keluarga yang rentan dan beresiko tertularnya Covid 19. Jika kita perhatikan saat ini anak merupakan sasaran yang sangat emput oleh Covid 19 dengan jenis varian baru delta ini. Selanjutnya langkah apa saja yang harus kita lakukan agar mengurangi resiko terpaparnya covid 19 pada anak ini. Anak tetap dapat beraktivitas di luar ruangan, misalnya di halaman rumah, dengan memerhatikan protokol kesehatan seperti sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Temuan ini menunjukkan, anak tidak rentan terhadap COVID-19 adalah salah. Asupannutrisi yang kaya akan sayuran dan buah-buahan tinggi beta karoten, seperti wortel dan jeruk, diketahui dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh anak untuk melawan infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Vaksin bertujuan memberikan kekebalan tubuh tanpa harus terkena penyakit. Kekebalan tubuh dapat terbangun tanpa berbagai reaksi, namum terdapat pula beberapa gejala KIPI umum, yang ringan hingga sedang, dan akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan hari. Setelah vaksinasi, tenaga kesehatan biasanya meminta penerima vaksin menunggu sekitar 15 menit di lokasi untuk memastikan tidak ada reaksi atau KIPI yang bersifat segera.

Bagaimana jika anak balita terkena covid

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan jumlah anak yang terpapar virus corona dalam beberapa waktu terakhir terus bertambah. KPAI imbau para orang tua untuk tidak membawa anak keluar rumah. Selanjutnya, Yogi mengatakan, untuk merawat anak yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala ringan di rumah, Bandar Slot Online maka orang tua atau pengasuh harus memperhatikan protokol kesehatan . Vaksin-vaksin yang tersedia menunjukkan efektivitas tinggi dalam melindungi penerimanya dari kejadian sakit berat akibat COVID-19. Akan tetapi, orang yang sudah divaksin masih mungkin menularkan COVID-19, meskipun tanpa gejala.

Jika anak menunjukkan tanda-tanda peringatan darurat atau sakit parah dengan tanda dan gejala lain, bawa anak ke unit gawat darurat terdekat. Jika anak tidak sakit parah tetapi menunjukkan tanda atau gejala MIS-C lainnya, segera hubungi dokter untuk meminta nasihat. Meskipun tiga dari 2.572 anak yang termasuk dalam penelitian meninggal, CDC belum yakin bahwa COVID-19 adalah penyebab kematian. Ini menunjukkan bahwa, bahkan untuk anak-anak dengan penyakit parah, risiko kematiannya rendah.

Sehingga masih rentan bila terinfeksi, termasuk infeksi COVID-19. Bayi positif Covid-19 dianjurkan mengonsumsi suplemen vitamin C, vitamin D, dan Zinc, untuk meningkatkan sistem imun, agar lebih cepat melawan virus. “Kalau bayi biasanya di bawah satu tahun tertular dari Ibunya, karena kan kalau menyusui dilakukan dalam jarak sangat dekat,” jelas dr. Yovita. Hand sanitizer yang baik untuk mencegah penularan Covid-19 adalah mengandung alkohol minimal 70 persen, cukup melumuri permukaan tangan, dan di gunakan selama minimal 20 detik. Tidak hanya menjaga kebugaran, berolahraga dapat memperkuat daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Oleh karena itu, ajaklah Si Kecil untuk rutin berolahraga, minimal 30 menit sehari.

Sebab itulah, kita harus tetap mengikuti protokol kesehatan demi diri sendiri dan orang lain—hindari kerumunan, jaga jarak, rajin mencuci tangan, dan selalu kenakan masker di luar rumah. Ibu harus tetap waspada terhadap kesehatan si kecil dan berupaya untuk mencegah bayi terpapar COVID-19. Pasalnya, berita di awal yang menyatakan bahwa resiko bayi dan anak terhadap paparan COVID-19 tergolong kecil menyebabkan orang tua abai terhadap kesehatan si kecil terhadap virus corona. [newline]Orang tua perlu meminta bantuan tenaga medis untuk memastikan kondisi anak. Apabila ada indikasi anak yang terinfeksi dengan gejala sedang dan berat, maka orang tua perlu membawanya ke rumah sakit. Meski new regular berarti adanya pelonggaran pembatasan sosial, diam di rumah dan menjaga jarak tetap cara terbaik untuk menghindari penularan virus corona.

Meski dalam rumah, anak terinfeksi Covid-19 dan pengasuh atau orang tua harus tetap menggunakan masker. Dikatakan Yogi, meski World Health Organization menyarankan usia anak menggunakan masker diatas 5 tahun, IDAI menyarankan diatas 2 tahun. Jika harus memakai kamar mandi bersama dengan keluarga di rumah, maka pastikan anak yang terinfeksi Covid-19 menggunakan kamar mandi paling terakhir dan beri jarak dengan pemakai berikutnya.

Terlebih pada kondisi darurat ini, anak sebagai kelompok rentan terpapar COVID-19 perlu mendapat perhatian khusus. Kemensos berkomitmen untuk membantu anak-anak di kondisi pandemi COVID-19 melalui Program Rehabilitasi Sosial Anak . “Dan saya sering mengatakan 50 persen kematian anak itu balita. Jadi dari seluruh anak yang meninggal itu 50 persennya balita,” imbuh dr.Aman. Karena itu, orang tua diminta mengawasi anak-anaknya untuk mencegah penularan tersebut.